By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanatweb.netAmanatweb.netAmanatweb.net
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanatweb.netAmanatweb.net
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
SeARCH
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca

Last updated: 19 November 2022 1:22 am
Nur Rozikin
Published: 22 Desember 2021
Share
SHARE

 

Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Sumber: KalderaNews.com

Kasus pembelian buku dengan jumlah tinggi, masih menjadi budaya di Indonesia. Di bulan Desember 2018 misalnya, jumlah permintaan buku bisa mencapai 12 persen dari transaksi tahunan, atau meningkat hampir dua kali lipat dari penjualan awal tahun.

Akan tetapi, jika kita melihat pemaparan data dari UNESCO, ada semacam pengkaburan fenomena yang bertolak belakang dengan kebiasaan membeli buku. Logikanya, orang yang membeli banyak buku adalah mereka yang memilliki tingkat membaca yang tinggi pula.

Namun, data UNESCO menunjukkan sebaliknya. Minat baca masyarakat Indonesia begitu memperihatinkan. Hanya di kisaran 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca.

Kita tak memungkiri, adanya peningkatan permintaan buku itu, barangkali sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Tapi, ada satu kejahatan yang sulit untuk dimaafkan ketika, orang-orang membeli buku namun tak ada keinginan untuk membaca. Bahkan, mungkin saja untuk membuka sekalipun adalah kemalasan yang abadi.

Sebab, kewajiban pertama seorang pembeli buku adalah membacanya. sebelum kemudian ia memilih untuk menyimpan dan mengadopsinya sebagian atau bahkan keseluruhan pengetahuan untuk meniti kehidupan.

Kita tahu, buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Jendela yang mengarahkan kita untuk melihat realitas dunia luar yang bahkan—bisa saja—lebih luas dan terbuka. Tak hanya, sebatas pengetahuan dalam sekotak ilmu pengetahuan yang tersampul rapi dalam sebuah buku.

Dalam sebuah buku Bibliomania or Book Madness: A Bibliographical Romance (1809), Thomas Frognall Dibdin menuliskan pada mulanya kebiasaan mengumpulkan buku merupakan hal biasa yang dilakukan para gentlemen di Inggris. 

Namun, lambat laun kebiasaan tersebut berubah menjadi semacam sikap obsesif untuk mengumpulkan buku terus-menerus. Seringkali buku-buku itu tidak dibaca atau bahkan dilihat kembali. Nahasnya lagi, penimbun buku-buku tersebut menjadi cara untuk melarikan diri dari hubungan sekitar yang kurang baik.

Peralihan zaman dan kebudayaan turut merubah pola pembacaan atas buku, yang telah beralih ke dalam teknologi digital. Kita mungkin telah lupa bagaimana sensasi membaca pengetahuan dalam sekotak buku, dan lebih menikmati literasi digital.

Barangkali, kita akan ramai-ramai menyalahkan subjek dalam penelitian tersebut, yang justru mengubur dalam-dalam pengetahuan. Sementara, kita butuh pengetahuan untuk bangkit dari nalar keterasingan menuju nalar pencerahan, sebagaimana impian yang dicita-citakan oleh Jurgen Habermas.

Penulis: Nur Rozikin

Mengapa Kebohongan-Kebohongan di Media Sosial  Bisa “Diimani”?
Ingin Tetap Produktif Selama Social Distancing, Berikut 5 Tipsnya
Kilas Balik Perlindungan Pers Mahasiswa
Kejahatan Orang-orang (yang Katanya) Saleh
Pentingkah Bertanya pada Diri Sebelum Tidur?
TAGGED:artikelBaca bukuBukukejahatan terhadap buku
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Nasional

Tawaran Ganjar Ditolak, Mahasiswa Minta Ganjar Tanda Tangani Surat Tuntutan

Mohammad Iqbal Shukri
24 September 2019
Siapa yang Catat 73 Konfigurasi MOB? Jawaban Netizen Bikin Ngakak
Peran Mahasiswa Runtuhkan Doktrin Orang Desa “Lemah”
Ada Beasiswa dan Kemudahan untuk Melanjutkan S2 di UIN Walisongo, Ini Syaratnya
Yuk Cek Akreditasi Prodi S1 FDK UIN Walisongo Terbaru di Sini!
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Share
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?