By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanatweb.netAmanatweb.netAmanatweb.net
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanatweb.netAmanatweb.net
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
SeARCH
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelMilenial

Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa

Last updated: 16 Mei 2023 6:00 pm
Revina Annisa Fitri
Published: 16 Mei 2023
Share
SHARE
Mahasiswa, Social loafing
Ilustrasi kerja kelompok (pixabay.com)

Pernahkah kamu mendapatkan teman kelompok yang tidak memberikan kontribusi? atau parahnya lagi hanya nitip nama semata. Ketika dihadapkan pada keadaan ini, tentunya akan muncul perasaan campur aduk, mulai dari kesal, bingung, dan ingin marah. Padahal, kerja kelompok seharusnya dikerjakan secara berkelompok, bukan hanya beberapa orang saja. Fenomena ini dinamakan social loafing atau kemalasan sosial.

Social loafing pertama kali dicetuskan oleh Max Ringelmann, ahli teknik pertanian dari Perancis. Pada tahun 1913, Ringelmann tertarik untuk meneliti cara agar para petani dapat memaksimalkan produktivitas mereka. Ia menyuruh sekelompok petani untuk menarik seutas tali. Harapannya, dengan banyaknya orang yang menarik tali maka kekuatan yang dihasilkan akan semakin besar. Namun pada kenyataannya, Max mendapatkan bahwa para petani menarik tali lebih kuat saat mereka sendiri daripada saat berkelompok.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa social loafing adalah keadaan di mana seseorang lebih berusaha dengan keras ketika bekerja sendiri dibandingkan bersama kelompok atau singkatnya tidak mau berusaha maksimal ketika bekerja kelompok.

Sesuatu bukan datang tanpa sebab, pun fenomena ini. Ada beberapa penyebab utama munculnya social loafing pada diri seseorang. Pertama, berkurangnya rasa tanggung jawab. Seorang social loafing merasa bebannya menjadi berkurang ketika bekerja dalam kelompok hingga ia menganggap remeh tugas tersebut. Ia jadi melimpahkan tugas kepada teman-teman yang lain karena pola pikirnya tadi. Jelas-jelas, tugas kelompok merupakan tanggung jawab setiap anggota kelompok.

Kedua, motivasi. Motivasi pada seseorang bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Misalnya, seseorang yang lebih suka bekerja sendirian akan merasa hilang motivasinya ketika bekerja dengan kelompok. Ada juga karena ia merasa banyak orang yang lebih pintar darinya pada kelompok tersebut sehingga motivasinya turun perlahan.

Ketiga, ekspektasi. Dalam suatu penelitian, Williams dan Karau menemukan bahwa seseorang akan bekerja lebih keras dalam kelompok ketika berpikir rekan kerja mereka memiliki kinerja yang lebih buruk darinya. Biasanya, rasa semangat untuk mengerjakan sesuatu itu muncul karena kita bisa. Ketika menemukan orang yang ternyata lebih hebat dari kita maka hilanglah pemacu semangat dalam diri.

Keempat, besar dan kecilnya kelompok. Semakin banyak orang dalam suatu kelompok, tentu peran masing-masing anggota akan lebih sedikit sehingga mereka akan merasa bahwa perannya tidak terlalu dibutuhkan. Sebaliknya, semakin dikit orang orang dalam suatu kelompok, peran masing-masing anggota akan lebih banyak sehingga mereka akan merasa bahwa perannya sangat dibutuhkan.

Ketika dibiarkan, social loafing akan berdampak pada performa kelompok tersebut. Kelompok yang didominasi dengan social loafing akan mengalami ketimpangan kinerja karena hanya beberapa yang berkontribusi.

Jika tak ada satu pihak yang mengalah, maka tugas kelompok yang diberikan oleh dosen akan terbengkalai dan melewati batas pengumpulan (deadline). Harus ada yang menengahi sekaligus memonitor sehingga kelompok tersebut jelas akan dibawa kemana arahnya. Kuncinya adalah komunikasi yang baik dan kesadaran diri masing-masing anggota.

Penulis: Revina Annisa Fitri

William Shakespeare dan Hakikat Kehidupan Sebagai Panggung Sandiwara
MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang
10 Cara Kilat Cepat Menyelesaikan Skripsi
Ironi Pelecehan Seksual di Lingkungan Pelajar
6 Tips Financial Planning Ala Mahasiswa Kos
TAGGED:artikel amanatartikel social loafingfenomena social loafingkemalasan sosialSocial loafingsocial loafing pada mahasiswa
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
OrmawaVaria KampusWarta Mahasiswa

Tanggapi Kritikan Mahasiswa, DEMA-U Angkat Bicara

Redaksi SKM Amanat
12 April 2022
UIN Walisongo Jalin Kolaborasi Akademik dengan Jiangsu Normal University
4 Hal yang Harus Dipersiapkan Maba ISAI UIN Walisongo
[Cerpen] Rumah Kedua
Alur yang semu
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa
Share
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?