By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanatweb.netAmanatweb.netAmanatweb.net
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Selamat Tinggal Bulan Penempaan dan Selamat Datang Bulan Pengampunan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanatweb.netAmanatweb.net
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
SeARCH
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Selamat Tinggal Bulan Penempaan dan Selamat Datang Bulan Pengampunan

Last updated: 12 Mei 2021 6:00 pm
Agus Salim I
Published: 12 Mei 2021
Share
SHARE
Sumber ilustrasi: today.line.me

Tak terasa, sebulan berlalu kita menjalani ibadah puasa Ramadan. Selama satu bulan itu pula, kita memaksa diri untuk menahan rasa lapar, haus, amarah, dan hawa nafsu.

Apalagi, di tengah kondisi pandemi yang belum usai, tempaan kita menjadi semakin berat. Segala yang hendak kita lakukan, serba terbatas. Namun, hal itu tak menghalangi kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan yang sudah dua kali berturut-turut, belum bisa lepas dari cengkeraman covid-19.

Di bulan Ramadan ini, kita diajarkan banyak hal untuk lebih bisa dalam mengontrol diri. Kita tahu, di luar sana, masih banyak persoalan yang mengabaikan aspek toleransi, padahal sejatinya Ramadan juga mengajarkan kepada kita arti toleransi yang sesungguhnya. Sebab pada dasarnya, dari puasa umat muslim belajar untuk mengasah kepekaan sosial tanpa memandang segi ekonomi, sosial, budaya, agama atau etnis.

Selain itu, Ramadan mengajarkan kita untuk tetap semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui, meskipun banyak orang yang tetap bersemangat meski berpuasa, namun tak sedikit pula dari mereka yang justru menjadikan Ramadan sebagai momen untuk malas-malasan dan tetap berbaring di atas tempat tidur sambil memainkan gawai. Lalu, kembali (bisa) beraktivitas usai berbuka puasa dengan alasan tidak bisa fokus dan berpikir jernih ketika dalam kondisi lapar.

Ini memang menjadi tantangan dan perjuangan yang harus dilewati setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa sebelum meraih kemenangan idul fitri. Melihat sejarah di bulan Ramadan sendiri yang penuh dengan pertumpahan darah dalam Perang Badar, seyogyanya kita bisa belajar lebih banyak hal dari peristiwa tersebut.

Sekilas, perjuangan kita menuju kemenangan mungkin tidak seberat ketika harus dihadapkan pada perang badar. Namun, ada perang-perang lain yang patut untuk kita menangkan.

Jika Soekarno mengatakan “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.”, maka di bulan Ramadan perjuangan akan lebih berat dari bulan-bulan biasanya.

Selain mengajarkan kita untuk mengekang hawa nafsu dan emosi, kita juga harus menahan hidup boros. Namun, pada kenyataannya kita belum bisa secara maksimal mengatur pola konsumsi, apalagi saat hendak berbuka puasa.

Secara teoritis, mungkin kebutuhan pangan pada bulan puasa akan turun karena perubahan pola konsumsi pada masyarakat. Orang yang berpuasa akan makan dua kali sehari pada saat sahur dan buka. Sedangkan pada bulan selain Ramadan, orang akan cenderung makan tiga kali dalam sehari (bisa kurang bisa lebih).

Fenomena bulan puasa sekarang seolah-olah mengalami pergeseran makna, dari bulan puasa menjadi bulan berpesta. Hal ini tercermin dari sajian menu berbuka puasa yang cenderung berlebihan. Kajian Nielsen Global Survey menunjukkan momen bulan puasa mampu mendongkrak permintaan barang konsumsi hingga 9,2 persen.

Bahkan, secara global pemborosan akan kebutuhan konsumsi berlebihan ini begitu mencengangkan. Data dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan dunia kehilangan pangan sebesar 1,3 miliar ton atau US$ 1 Triliun per tahun akibat salah pola konsumsi.

Pola konsumsi yang tinggi ini, tentu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Momen berbuka puasa seolah menjadi ajang balas dendam setelah seharian menahan lapar dan haus.

Ketika kita mengonsumsi makanan dua kali lipat atau lebih dari biasanya, lambung akan mengembang seperti balon. Sebagai akibatnya, perut bisa terasa begah atau tidak nyaman karena menjadi melar melebihi kapasitas normalnya. Lambung yang kepenuhan juga bisa memicu makanan yang kembali naik ke kerongkongan.

Kini, hari ini, dan di tahun ini, Ramadan telah pergi. Ia (semoga) akan kembali di tahun-tahun mendatang dan kita juga (semoga) kembali dipertemukan dengannya.

Setelah satu bulan berperang dan ditempa, saatnya kita kembali membersihkan diri di bulan pengampunan ini untuk memulai hidup yang baru. Lihatlah, Idul Fitri telah menanti di depan mata. Takbir dan puji-pujian menggema di segala penjuru bumi.

Inilah hari kemenangan. Di sana, ada kehidupan yang damai dan penuh cinta.

Semoga, setelah meraih kemenangan ini, kehidupan hadir tanpa peperangan, tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah oleh kepentingan kelompok tertentu.

Selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 Hijriyyah. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Penulis: Agus Salim I

Pakaian Perempuan dan Kesenangan Laki-laki dalam Tren Stecu-Stecu
Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup
Mengapa Seseorang Mudah Menghujat di Media Sosial?
7 Tips Menjadi Mahasiswa Multilingual
Cara Mengawali Pembicaraan dengan Orang Introvert
TAGGED:idul fitripuasa ramadanramadanselamat hari raya idul fitri 1442 Hskmamanat
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
rindu di penghujung raya, sastra soeket teki, puisi soeket teki, puisi skm amanat, skm amanat
PuisiSoeket Teki

Rindu di Penghujung Raya

Redaksi SKM Amanat
26 Maret 2026
Perihal Orang Bodoh yang Tidak Mau Mengakui Kebodohannya
Ketua Korkom HMI UIN Walisongo Tuduh Pers Kampus Bikin Berita Hoaks
Aisyah Raih Wisudawan Terbaik FPK Lewat Publikasi Jurnal SINTA 2 Tanpa Skripsi
Komunitas Bara Puan Hadirkan Produk Petani Daerah dalam Aksi Masak Kritik MBG
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Selamat Tinggal Bulan Penempaan dan Selamat Datang Bulan Pengampunan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Selamat Tinggal Bulan Penempaan dan Selamat Datang Bulan Pengampunan
Share
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Selamat Tinggal Bulan Penempaan dan Selamat Datang Bulan Pengampunan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Selamat Tinggal Bulan Penempaan dan Selamat Datang Bulan Pengampunan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?